FUNGSI SOSIAL DARI INTERNET DALAM BERINTERAKSI DENGAN INDIVIDU LAIN MENGEMBANGKAN KEPERCAYAAN DALAM TIM VIRTUAL
Tim Virtual adalah sebuah tim yang dibentuk karena adanya keterbatasan waktu dan ruang dan tidak dapat bersatu secara fisik antara satu sama lain sehingga dibuatlah Tim Virtual menggunakan jaringan komputer agar dapat mencapai tujuan bersama. Tim Virtual biasanya dibuat ketika sekelompok orang ingin mengerjakan tugas kelompok atau hanya sekedar ingin berbagi informasi. Berikut adalah beberapa perbedaan dan persamaan Tim Virtual dengan tim yang bertemu secara fisik, antara lain:
Persamaan
1. Adanya
tujuan yang ingin dicapai bersama
2. Adanya
komunikasi dari setiap anggota tim
3. Memerlukan
adanya diskusi tim
4. Kepercayaan
dalam tim
Perbedaan
1. Kontak sosial
yang terbatas pada tim virtual
2. Ruang dan waktu
3. Tingkat
emosional setiap anggota
Rasa saling percaya disetiap anggota tim sangatlah
diperlukan, agar tujuan yang ingin dicapai dapat terwujud secara maksimal.
Namun dengan kurangnya kontak sosial, rasa saling percaya antar anggota tim
dapat berkurang sehingga kemungkinan untuk gagal sangatlah mungkin dalam tim
virtual. Dalam mengatasi hal ini saya memiliki beberapa cara agar rasa saling
percaya dari setiap anggota tim dapat tumbuh sehingga tujuan yang ingin dicapai
dapat terwujud secara maksimal, berikut caranya:
1. Pemimpin yang
kompeten
Adakalanya anggota tim akan patuh dan percaya kepada
pemimpinnya jika pemimpin itu mempunyai kompetensi yang lebih seperti
keterampilan dan pengalaman yang sangat memadai.
2. Membagi
tugas dengan rata
Menurut saya pembagian tugas merupakan salah satu
faktor timbulnya kepercayaan dalam tim virtual. Ketika seorang anggota tim
merasa tugasnya lebih berat daripada yang lain, orang tersebut akan
berprasangka buruk terhadap anggota yang lain seperti prasangka adanya hubungan
khusus antara pemimpin dan salah satu anggota lainnya.
3. Keaktifan
setiap anggota
Setiap anggota tim harus aktif dalam forum diskusi
yang sudah direncanakan. Dalam setiap pertemuan virtual tersebut setiap anggota
harus menjelaskan hasil pekerjaan yang telah ia kerjakan dan jika terjadi
kesalahan dapat dilakukan evaluasi dan harus berperan aktif dalam memberi
masukan-masukan terhadap evaluasi tersebut sehingga timbulnya kepercayaan
antara aggota dengan anggota maupun anggota dengan pemimpin.
Kerjasama merupakan hal terpenting dalam sebuah tim,
baik itu tim virtual maupun tim face to face. Karena dengan adanya kerjasama setiap
anggota tim, akan memunculkan rasa kebersamaan dalam mencapai tujuan bersama
yang ingin diraih. Sekian pernjelasan dari saya mengenai hal-hal yang dapat
membangun kepercayaan dalam Tim virtual.
5 tantangan
Saya ingin berbagi 5 tantangan yang saya hadapi
membangun virtual team untuk sebuah start-up di Silicon Valley: gabungan
developer, tester, dan customer service di China, India, Mexico, dan Turki.
a.
Communication
Mungkin ini salah satu hal yang paling sering
mengakibatkan sakit kepala adalah komunikasi. Bagi yang sudah berpasangan, Anda
pasti tahu betapa sulitnya berkomunikasi secara jelas dengan pasangan Anda.
Hanya saja di dalam perusahaan masalah komunikasi biasanya jauh lebih rumit.
Karena komunikasi yang kurang baik, sering terjadi software yang dihasilkan
berbeda jauh dari apa yang diminta klien.
Keadaan ini menjadi lebih rumit, ketika ada variabel
baru di mana anggota tim tidak punya satu bahasa yang sama: language barrier.
Dokumen yang Anda tulis dalam bahasa Inggris belum tentu dapat dimengerti
sepenuhnya oleh rekan kerja di Vietnam, misalnya. Begitu pula Anda mungkin
sampai pada kesimpulan yang kurang tepat setelah membaca imel bahasa Inggris
dari rekan kerja di China. Walau tidak ada solusi instan, penggunaan gaya
bahasa sangat sederhana dan sering memberikan contoh pendukung yang jelas
(seperti diagram, screenshot, wireframe, dsb) —asal jangan over-communicate, dapat mengurangi kesalahpahaman dan kerancuan.
b.
Cultural Awareness
Selain komunikasi, toleransi dan pengetahuan akan
budaya lain juga perlu diperhatikan. Cara penyampaian intensi baik di daerah A
bisa diterima sebaliknya bila diterapkan di B. Erat kaitannya dengan
komunikasi, terjemahan langsung atau direct translation dari satu bahasa
ke bahasa lain tanpa memperhatikan konteks juga dapat menambah probabilitas
salah pengertian antara anggota.
Satu anekdot: Pernah satu hari, rekan customer
support di India mengakhiri sesi chat dengan manajernya, orang Amerika,
dengan “Hope you have a busy day!” Walau ungkapan tersebut bermaksud ramah di
daerah di mana rekan tersebut dibesarkan, lucu juga melihat manajernya terkejut
dan dengan besar hati berusaha mencoba mengerti tanpa bergegas marah.
Pengadaan pedoman komunikasi (imel, sambutan, dll)
ketika mulainya terbentuk tim terbukti dapat membantu mengurangi kesalahpahaman
akibat perbedaan budaya. Kecuali memang seseorang sengaja bertindak tidak
sepantasnya, biasanya dengan cukup waktu dan trial-and-error, kesadaran
budaya ini biasanya dapat dipelajari dan dipraktekan dengan baik.
c.
Self Motivation
Tidak semua orang berfungsi dengan baik dalam virtual
team di mana setiap individu diharapkan bersifat self-motivated dan
mampu bekerja secara mandiri tanpa pengawasan atau struktur eksternal. Faktor
penting berikutnya adalah result-oriented, karena tidak ada rekan di
sekitar yang sadar betapa intensifnya seseorang berusaha menyelesaikan tugas
kecuali pada akhirnya dia dapat mendemonstrasikan hasil akhirnya dengan jelas.
d.
Logistics
Pukul 8 malam hari Minggu di Silicon Valley = pukul 11
pagi hari Senin di pulau Jawa. Perbedaan time zone yang besar ini sering
menjadi tantangan yang seru dalam segi pengaturan resources. Seandainya
para developer di Jakarta perlu keputusan dari San Francisco untuk
menyelesaikan suatu masalah, seseorang perlu memastikan ketergantungan ini bisa
segera diselesaikan supaya tidak ada waktu yang terbuang percuma. Jika tidak,
developer di Jakarta sudah siap kerja (Senin pagi) tapi perlu menunggu product
manager-nya masih pesta di San Francisco (Minggu malam); setelah keputusan
sudah terbentuk hari Senin di Amerika, pelaksanaannya akan tertunda menunggu
developer di Jakarta siap kembali. Keterlambatan yang biasanya terjadi dalam
jam, kini bisa menjadi hari.
e.
Trust
Ini tentunya tantangan yang paling besar untuk
membentuk virtual team (apa saja, sebetulnya): memupuk kepercayaan atau trust
di antara anggota tim. Trust sangatlah penting untuk mendukung semua point di
atas: sebagai basis untuk komunikasi yang terbuka dan menyangga motivasi semua
individu yang bersangkutan. Tanpa diragukan, trust memerlukan perhatian khusus
di setiap titik perkembangan tim Anda.
Terlepas dari challenges di atas, keberhasilan
(termasuk proses untuk mencapainya) untuk membangun virtual team yang sukses
sungguhlah berharga. Masing-masing tim member mendapat kesempatan untuk lansung
terjun belajar berkomunikasi dengan lebih efektif, meningkatkan kesadaran akan
budaya lain, dan mempersiapkan diri untuk proses kolaborasi di dalam pasar
global. Belakangan ini saya menemukan kalau pengalaman ini bisa menjadi nilai
tambah yang besar dalam résumé Anda.
Kesimpulan :
Tim Virtual sebuah tim yang dibentuk karena adanya keterbatasan waktu dan ruang
dan tidak dapat bersatu secara fisik antara satu sama lain sehingga dibuatlah
Tim Virtual menggunakan jaringan komputer agar dapat mencapai tujuan bersama.
Hal yang perlu diperhatikan dalam mebuat tim virtual adalah komunikasi, cultural
awareness, self motivation, kepercayaan. Rasa saling percaya didalam
tim virtual dapat berkurang, agar hal ini tidak menjadi masalah, maka dalam tim
harus memiliki :
- Pemimpin yang kompeten
- Membagi tugas dengan rata
- Keaktifan setiap anggota
- Kerjasama
Nama
|
NPM
|
Jobdesk
|
Link
|
|
Inayatul Hidayah
|
15514252
|
Mencari materi dan penyedia
internet
|
http://inayatuhidayahh.blogspot.co.id/ | |
Maymunah
|
1D514062
|
Mencari materi dan
penyedia laptop
|
http://maymunahkha.blogspot.co.id/ | |
Raka
|
18514850
|
Mencari materi dan
penyedia konsumsi
|
https://rakaprianggara.wordpress.com/ |
|
Saniya Nabila
|
19514998
|
Mencari materi dan
penyedia tempat
|
http://saniyanabila.blogspot.co.id/ | |
Vidiani Nur Hayyu
|
1C514035
|
Mencari materi dan
penyedia alat transportasi
|
https://vidianinh.wordpress.com/ | |
Yussy Riandhini
|
1C514603
|
Mencari materi dan
penyedia konsumsi
|
http://yussyriandhini.blogspot.co.id/ |








Postingan nya cukup jelas dan menambah wawasan. Tampilan nya juga cukup sederhana. Terimakasih
BalasHapusArtikelnya bermanfaat dan menambah wawasan bagi pembaca. Blog nya menarik. Terimakasih :)
BalasHapusterimakasih :) atas info mengenai Self Motivation, artikel ini menarik dari segi isi hingga postingannya.
BalasHapusArtikelnya sangat bermanfaat dan dapat menambah wawasan saya serta blognya pun menarik. Terimakasih :)
BalasHapusartikelnya sangat bermanfaat, namun jika setiap sub bab diberi abjad atau simbol akan tampak lebih menarik. terimakasih:)
BalasHapusArtikelnya mudah dipahami jadi sangat membantu dalam menambah wawasan :)
BalasHapusKomentar ini telah dihapus oleh pengarang.
BalasHapusMateri pembahasan sangat menarik dan menambah wawasan bagi pembaca, penulisan sudah rapih mungkin ajan lebih menarik jika ditambahkan gambar.. Terimakasih :)
BalasHapus